Kamis, 22 Januari 2015

REVIEW FILM "SANG PEMBERANI"

 FENOMENA SOSIAL

Pengertian fenomena sosial adalah kondisi di mana manusia menganggap segala hal yang dialaminya adalah sebuah kebenaran absolut. Padahal, hal itu sebenarnya adalah kebenaran semu yang dibuat melalui simulasi simbol-simbol, kode-kode yang dicitrakan sedemikian dari sebuah objek yang benar. Jika kita membahas fenomena sosial, dalam hal ini, kita ambil, Indonesia, artinya, fenomena sosial yang hanya terjadi di Indonesia.


ILMU SOSIAL DASAR

Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya yang diwjudkain oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial seperti: sejarah, ekonomi, geografi sosial, sosiologi, antropologi, psykologi sosial. ,Ilmu Sosial Dasar tidak merupakan gabungan dari ilmu-ilmu sosial yang dipadukan, karena masing-masing sebagai disiplin ilmu memiliki obyek dan metode ilmiahnya sendiri-sendiri yang tidak mungkin dipadukan. Ilmu Sosial Dasar bukan merupakan disiplin ilmu tersendiri, karena Ilmu Sosial Dasar tidak mempunyai obyek dan metode ilmiah tersendiri dan juga ia tidak mengembangkan suatu penelitian sebagai mana suatu disiplin ilmu, seperti ilmu-ilmu sosial di atas.
Berdasarkan sumber filsafat yang dianggap sebagai ibu dari ilmu pengetahuan, maka ilmu pengetahuan dapat dikelompokkan menjadi tiga :
a. Natural Sciences (Ilmu-ilmu Alamiah), meliputi: Fisika, Kimia, Astronomi, Biologi dan lain-lain.
b. Sosial Sciences (Ilmu-ilmu Sosial), terdiri dari : Sosiologi, Ekonomi, Politik Antropologi, Sejarah, Psikologi, Geografi dan lain-lain.
c. Humanities (Ilmu-ilmu Budaya) meliputi : Bahasa, Agama, Kesusastraan, Kesenian dan lain-lain.
Mengikuti pembagian ilmu pengetahuan seperti tersebut di atas, maka Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar adalah satuan pengetahuan yang dikembangkan sebagai usaha pendidikan.
Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya yang diwujudkain oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial seperti: sejarah, ekonomi, geografi sosial, sosiologi, antropologi, psykologi sosial.


REVIEW FILM "SANG PEMBERANI"

Tragedi tsunami yang melanda Aceh tampak masih tetap meninggalkan luka yang mendalam. Tapi meratapi nasib tentu bukan sikap yang bijak. Begitu juga dengan sang jagoan karate dari Aceh yang nyaris terpuruk akibat bencana tsunami di Aceh yang merenggut ayah dan kakaknya. Tapi medali emas karate yang ditinggalkan kakaknya jadi pemicu semangatnya untuk bangkit. Didukung talenta dan gemblengan dari guru karate, sang jagoan karate dari Aceh berhasil jadi juara sehingga dapat meraih medali emas impiannya. Demikian pesan yang disampaikan dari film Sang Pemberani. 

Kisah tentang Madi Ghafur (Reza Hariyadi), bocah SMP pemberani, yang terobsesi menjadi juara karate nasional seperti Diwa, kakaknya, yang meninggal diterjang tsunami. Sebenarnya, Madi nyaris terpuruk akibat bencana tsunami di Aceh yang merenggut ayah dan kakaknya. Tapi medali emas karate yang ditinggalkan kakaknya jadi pemicu semangatnya untuk bangkit.

Sarifah (Artika Sari Devi), ibunda Madi, sebenarnya bangga dengan cita-cita putranya. Namun mental remaja yang masih labil, menyebabkan Madi kalah dari Nirza pada seleksi karate daerah. Madi membungkam semua teman yang menertawakan kekalahannya. Walhasil, Sarifah yang mencari nafkah dengan menjadi kuli cuci, kehilangan pelanggan, karena Madi membuat anak-anak pelanggannya babak belur.

Tak diberi uang iuran latihan karate, Madi bertekad mencari uang sendiri. Diam-diam, Madi menjadi centeng Bang Adoi (Edwin Superbejo), teman almarhum ayahnya, yang banting setir menjadi ‘keamanan’ pasar. Dengan kemampuan karatenya, Madi mampu membekuk pencopet dan bromocorah pasar yang berbadan lebih besar dari dirinya.

Madi bertekad menimba ilmu karate dari Sensei Azwar (Tio Pakusadewo), sensei kawakan yang lama menghilang dari jagat perkaratean. Tsunami yang menewaskan anak dan istrinya, mengubah Sensei Azwar menjadi pribadi yang tertutup dan sensitif. Ia lebih banyak bercengkrama dengan motor gedenya, ketimbang berbicara dengan orang lain.

Suatu hari, Madi membantu Suya, asisten bengkel Azwar, dari serangan sekelompok preman yang mencoba merampok bengkel. Azwar muncul dan memperlihatkan kematangan teknik karate yang sudah lama tak digunakan. Madi berhasil menjadi murid tunggal Sensei Azwar.

Kesempatan muncul dan Madi berhasil menjadi wakil Aceh yang ikut pelatnas. Di tengah intrik-intrik di dalam pelatnas, Madi berteman erat dengan Azim dan Vina. Mereka bertiga lolos menjadi 8 karateka muda yang berhak ikut Bali Open. Di Bali ini, Madi mengunjungi Sensei Kusnadi, yang pernah menurunkan ilmu karatenya kepada almarhum ayah Madi. Didukung talenta dan gemblengan dua Sensei ternama Madi berhasil jadi juara sehingga dapat meraih medali emas impiannya.


 
Film Sang Pemberani menerapkan nilai-nilai :

1. NASIONALISME ,seorang anak ACEH membawa nama INDONESIA di pertandingan Internasional

2. PATRIOTISME ,berjuang sampai titik darah penghabisan dengan panji MERAH PUTIH memenangkan kejuaraan Karate di Bali Open.

3. NILAI-NILAI BERKARAKTER yang harus ditanamkan kepada generasi muda sejak dini yaitu Keadilan, Keberanian, Kesetiaan, Kesopanan, Ketulusan, Kehormatan & TanggungJawab.

4. CINTA IBU , apa yang Madi lakukan semata-mata untuk membahagiakan hati Ibu yang kehilangan suami dan anak tercinta.

5. BELA DIRI SEJAK DINI ,pentingnya anak-anak dibekali ilmu beladiri dan moralitas sejak dini untuk menghindari dari hal-hal yang tidak diinginkan .

“ TERPENTING BUKAN BERAPA KALI KITA TERJATUH , TETAPI BERAPA KALI KITA HARUS BANGKIT UNTUK INDONESIA “

Tidak ada komentar:

Posting Komentar